Takut jatuh cinta
SEPASANG mata indah itu kini
tepat berada di depan ku menari - nari dengan riang dan menggoda di bawah
pepohonan kenari tua tepat di depan gerbang skolahan yang dedaunannya
berjatuhan ditiup angin siang itu namun si gadis tak ingin belama - lama
berhadapa dengan bola mata hitam penuh gejolak asmara yang menatap penuh
harapan. Seperti biasa setelah bubaran sekolah Udin berada di depan
pintu gerbang sekolah untuk menunggu bis datang bersama beberapa teman sekelas
dan juga kakak kelas tentu saja sambil menunggu gadis itu keluar dan
menggodanya, cinta telah bersemi indah bak bunga bermekaran di bulan semi dalam
hatinya "Ternyata ada yang kau simpan, Udin. Dan aku bisa
menebak ? selidik gadis kecil itu setelah melihat bola mata ku yang napak riang
di depannya
"Apaan tuh?......nia tersnyum genit penuh teka teki
"Apaan tuh?......nia tersnyum genit penuh teka teki
Udin menghela napas "NIA........
Nia tersnyum lagi dan segerah bergegas
pergi sambil menoleh kearah udin.
Udin cemberut
kesal dan berusaha mengejar nia, memnggil manggilnya namun cewek itu tetap
bergegas naik motor bersama temannya dan tak mau udin kejar.
Dibawah pohon depan sekolah udin hanya
bisa terpaku memandangi nia pergi namun masih lumayan nia tersenyum untuknya
sebelum dia pergi,Udin pun membalas senyum itu dengan penuh denga persaan
senang
"HAI!!!!! Sapaan
riang dengan senyum indah itu membuat wajah Udin terangkat riang kehadiran
gadis yang selalu ia tunggu tepat didepan kelas setiap pagi hari..
'Kemana aja kamu enggak
kelihatan.... Tanya udin langsung beranjak dari tempat duduknya dan beusaha
menjejeri langkah nia yang seperti orang sedang setengah belari
" Menghinari kamu" jawab
gadis itu enteng tanpa menoleh sedikit pun dan terus berjalan menuju kelas,
padahal tadi Nia yang meneggur Udin duluan
Comments
Post a Comment